Ketika Australia Lockdown Dicekam Varian Delta: Kuncinya Penegakan Hukum dan Disiplin Warga

oleh
Suasana lengang di Sir Fred Schonell Drive, salah satu jalur utama yang menghubungkan kampus University of Queensland dan pusat kota Brisbane, Rabu 20 Juni 2021. (Foto/Achmad Supardi)

Salat Idul Adha

Melonjaknya kasus Covid-19 gegara amuk varian Delta juga sempat membuat khawatir kaum Muslim Australia, sebab sebentar lagi perayaan Idul Adha. Mereka khawatir tidak bisa salat Idul Adha berjamaah dan melakukan kurban.

“Salat Idul Adha belum pasti sebab lockdown kan hanya tiga hari. Ini sudah beberapa kali terjadi di Queensland lockddown singkat. Mungkin yang kedua atau ketiga saya lupa. Snap lockdown ini untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah, dalam hal ini negara bagian, melakukan pelacakan cepat dan memastikan bahwa tidak ada lagi penyebaran di tingkat lokal, atau dari warga ke warga. Local transmission dianggap lebih mengkhawatirkan karena artinya virus sudah berkembang di wilayah tersebut, apalagi kalau orang lokal yang positif itu sudah pernah ke mana-mana, sudah belanja dan lain-lain tanpa menyadari dirinya positif. Rantai penyebaran virus ini yang harus segera diputus,” katanya.

Caranya? Ya dengan tracing atau pelacakan. Orang yang positif ditanya detail dia berada di mana saja pada tanggal dan jam berapa. Lokasi itu kemudian disampaikan oleh pemerintah ke warganya dengan imbauan bagi mereka yang berada di lokasi pada tanggal dan jam yang dimaksud harus segera tes dan mengisolasi mandiri sampai diketahui hasilnya. “Kalau hasilnya negatif tidak perlu isolasi, tapi kalo positif harus melanjutkan isolasi mandiri,” katanya.

Selain pelacakan, cara kedua, ya dengan snap lockdown ini. Bila orang tidak lagi berkerumun, virus tidak menyebar, hingga kondisi diharapkan bisa pulih seperti sebelum adanya kasus baru tersebut.

“Ini aparat tegas dan tidak pandang bulu. Dengan adaya denda yang cukup besar membuat orang berpikir dua tiga kali untuk melakukan pelanggaran. Selain itu ada juga hukun pidana penjara bagi mereka yang jelas melakukan pelanggaran lockdown. Misalnya pemerintah Queensland beberapa waktu lalu menetapkan negara bagian Victoria sebagai hotspot, di mana orang dari sana tidak boleh masuk ke Queensland. Kemudian ada orang dari sana berhasil masuk Queensland dengan cara memalsukan dokumen masuk atau memberi keterangan palsu terhadap petugas agar bisa masuk, maka mereka diproses hukum, dikenai denda belasan ribu dollar dan kurungan enam bulan,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.