Setelah NYIFW, Vanny Tousignant Launching Indonesia Boutique and Art: Tanpa Pungutan Biaya untuk UMKM

oleh

Banyak Peminat

Vanny mengaku sekarang gampang sekali mengaitkan semua peluang itu dengan Indonesia sebab ada network. Orang Amerika pun sekarang senang sekali, misalnya hasil karya perajin dari Kalimntan yang dia bawa sejak tahun 2016. 

“Banyak peminatnya walau belum skala besar, tapi mereka sudah mengetahui ada barang tak kalah menarik dari Indonesia. Barang-barang seperti ini, sebelumnya ada dari Amerika Latin, Meksiko, dan Brasil, tapi dari Indonesia juga ada, dari Kalimantan, sehingga kami tim NYIFW gencar mempromosikan dan memasarkan di Amerika,” katanya.

Menurut Vanny, untuk memasuki pasar Amerika tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Misalnya hanya Pemerintah saja. Karena itu dia membuat fashion show sekaligus rumah singgah untuk membuka peluang bagi UMKM memasarkan produk Indonesia. “Kan tempatnya sudah ada. Tanpa Pungutan biaya (Gratis),” ujarnya. 

Lalu bagaimana caranya?

Untuk bergabung dengan NYIFW dan rumah singgah Indonesia Boutique and Art bisa dilakukan dengan mendaftar. Caranya mengakses website newyorkindonesiafashionweek.com. Selain itu bisa langsung menghubungi Vanny tousignant secara langsung.

“Kami baru start 10 September kemarin. Banyak orang berpikiran New York itu hebat, bagaimana bisa masuk ke sini? Waduh, pasti butuh biaya besar, harganya terlalu mahal. Itu karena mereka tidak tahu. Sebab tidak menutup kemungkinan bagi desainer kecil dengan minimum pengalaman, bisa masuk pasar New York juga,” katanya. 

No More Posts Available.

No more pages to load.