Setelah NYIFW, Vanny Tousignant Launching Indonesia Boutique and Art: Tanpa Pungutan Biaya untuk UMKM

oleh

Respon 60 Desainer 

Setelah pergelaran perdana NYIFW, Vanny mengaku kewalahan menjawab email yang masuk menanyakan masalah tersebut. Setidaknya sudah ada 60 desainer bertanya melalui email. Tapi tidak bisa semua langsung tampil di NYIFW.

“Kita harus mengkurasi dulu. Artinya kita tidak bisa langsung mengambilnya sebab harus ada seleksi, lalu diberi pengarahan dan saya sendiri yang akan mengarahkan. Misalnya, ini bisa masuk, ini belum bisa masuk Amerika,” ujarnya.Bagi Vanny, paling penting adalah apakah produk mereka bisa masuk pasar internasional. Karena itu dia akan turun langsung mengarahkan mereka agar produknya bisa sesuai pasar internasional. 

“Untuk itu harus berusaha agar lebih bagus lagi untuk bisa masuk pasar Amerika. Artinya, semua desainer memiliki peluang yang sama untuk menembus pasar Amerika, dengan catatan harus bekerja keras agar produknya sesuai pasar internasional,” katanya. 

Lalu apa harapannya ke depan agar UMKM Indonesia semakin go global?    

“Kita sudah bekerja sama dengan KJRI New York, saya mendapat support dari Pak Konjen Dr Arifi Saiman MA dan Ibu Konjen serta staf. Terima kasih, sebab sudah gencar mempromosikan seni budaya Indonesia. Tapi bukan hanya di sini, melainkan juga di Indonesia sendiri. Seperti tadi dalam tayangan TVRI, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bersama dalang kecil Yogyakarta. Pak Menteri mensupportnya, memberi hadiah, bahkan akan mengajaknya tapil di Amerika guna mempromosikan seni wayang kulit,” katanya Vanny memberi contoh.

Untuk itu ke depannya perlu komunikasi lebih intensif lagi antara pihak seperti NYIFW dengan pemerintah. “Sebab komunikasi itu sangat penting, seperti melalui KJRI NY kita bisa bertemu untuk membahas masalah seperti ini ke depannya,” ujarnya. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.