Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 2): Batu Loncatan

oleh
arya daru
Arya Daru Pangayunan, Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Buenos Aires.

Local Staff

Walaupun gagal pada tes CPNS Kemlu, saya tetap semangat menjalankan pekerjaan saya sebagai tutor Bahasa Inggris di WSI. Namun, setelah kegagalan itu, saya memikirkan Pita. Tentunya saya ingin membuat bangga calon istri saya. Saat itu saya berpikir, walaupun bukan sebagai diplomat, saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dari sekedar menjadi seorang tutor Bahasa Inggris.

Harapan itu muncul pada bulan Desember 2010, ketika Merry, mentor saya, menyatakan akan resign dari WSI.

“Seriusan Mer, lo mau resign?”
“Iya Ru, gue mau ke Kanada.”
“Eh buset, enak banget Mer… Mau sekolah?”
“Engga Ru, gue ketrima jadi Local Staff di KBRI Ottawa.”
“Apa pula itu Local Staff?” saya bertanya dalam hati.

Namun sebelum sempat menanyakan langsung, Merry langsung menjelaskan, “Jadi, Local Staff nanti tu yang bakal ngebantu para diplomat di KBRI Ru. Ada yang ditempatin di Fungsi Politik, Ekonomi, Protokol Konsuler, Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud), bagian komunikasi, keuangan, ada yang jadi sekretaris Dubes, dan ada juga yang jadi sopir.”

Kenapa dinamakan Local Staff (LS)? Jadi sebenarnya LS itu awal mulanya adalah pegawai yang direkrut secara lokal oleh Perwakilan Republik Indonesia (RI) di luar negeri, bisa dari kalangan Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing. LS bekerja berdasarkan kontrak, dan diharapkan bakal tinggal dalam waktu yang lama di negara tempat Perwakilan RI tersebut berada. Tugas utama para LS adalah untuk membantu para Home Staff (HS).

Nah, siapa yang termasuk sebagai HS? HS adalah para pegawai dari Pusat yang sedang ditempatkan di Perwakilan RI di luar negeri, biasanya terdiri dari para PDK atau yang lebih dikenal dengan sebutan diplomat, ada pula PKKRT dan PK, serta Atase Teknis dari Kementerian/Lembaga selain Kemlu – seperti Atase Pertahanan, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Atase Imigrasi, Atase Perdagangan, dan sebagainya.

Untuk menjadi diplomat tentu harus mengikuti seleksi CPNS Kemlu, sedangkan untuk menjadi LS melalui mekanisme yang berbeda. Semula LS direkrut langsung dari Perwakilan RI di luar negeri, namun pada perkembangannya LS juga direkrut dari Pusat (Kemlu).

“Wah, Ottawa ya Mer? Gimana caranya?”

Merry lalu menjelaskan cara pendaftaran sebagai LS, yaitu dengan mengirimkan berkas lamaran, CV, cover letter, fotokopi ijazah dan transkrip ke Biro Kepegawaian Kemlu – yang bisa dikirimkan kapan saja, walaupun tidak ada lowongan secara terbuka.

“Tapi belom tentu juga lo dapet negara ato kota yang lo pengen Ru. Kebetulan aja gue dapet Ottawa. Barengan gue tes ada yang ke Roma dan ada juga yang ke Bern.”

“Wah, enak banget ya Mer…”
Langsung hari itu juga saya membuat dan mengirimkan lamaran saya sebagai LS.
Tidak lama setelah itu Merry berangkat ke Ottawa.

No More Posts Available.

No more pages to load.