Kembali ke pembukaan Diklat di Pusdiklat Kemlu, ternyata 2 orang yang mewawancarai saya ada di barisan pejabat Eselon II dan Duta Besar. Karena penasaran, saya tanya kanan-kiri, ternyata yang mewawancarai saya ketika tes CPNS Kemlu adalah Bapak Duta Besar Soemadi Brotodiningrat yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di Jepang tahun 1998-2002; dan Bapak Henk Saroinsongyang saat itu menjabat sebagai Direktur Sesparlu (Diklatbagi diplomat senior).
Seusai pembukaan, para peserta Diklat mengikuti kegiatan outbond di daerah Bogor untuk membangun kerja sama tim di antara para peserta Diklat, termasuk dengan rekan-rekan PKKRT dan PK. Sayang sekali saat itu saya tidak dapat mengikuti outbond karena sakit, demam tinggi dengan gejala tifus hingga sempat dibawa ke rumah sakit oleh Panitia Diklat, mungkin karena kelelahan ketika proses pindah ke asrama.
Setelah kegiatan outbond selesai, seluruh peserta Diklat Sekdilu, PKKRT, dan PK menjalani Diklat Prajabatan PNS selama 3 minggu. Pada Diklat Prajabatan PNS ini, kami diajarkan berbagai hal mengenai ke-PNS-an dari para widyaiswara, termasuk budaya kerja, jiwa korsa, anti-korupsi, dan sebagainya. Kami mendapatkan tugas setiap malam untuk merangkum modul yang kita peroleh dan menulisnya di kertas folio.
Diklat Sekdilu
Setelah 3 minggu menjalani Diklat Prajabatan PNS, saya kemudian menjalani Diklat Sekdilu yang berlangsung selama lebih kurang 8 bulan. Sekdilu tahun 2014 menjadi angkatan yang ke-38 dengan 70 orang peserta dari latarbelakang yang berbeda-beda. Ada yang dari Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, Ilmu Ekonomi, dan Sastra.
Aktivitas Diklat dilakukan dari hari Senin hingga Jumat, berupa pendidikan profesi yang dimulai pukul 8.00 hingga 16.30. Ketika akhir pekan atau tanggal merah, para peserta Diklat diperbolehkan meninggalkan asrama, sehingga selama Diklat saya beberapa kali pulang keJogja, terutama saat ada long weekend.
Di luar pendidikan profesi, selama menjalankan Sekdilu, para peserta dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berupa ballroom dance dan gamelan. Selain itu, selama Sekdilu, setiap bulan diadakan widyakarya baik di dalam maupun luar Jakarta.
Beberapa hal yang diajarkan ketika Diklat Sekdilu antara lain dasar-dasar ilmu HI, etika, table manner, tata cara berpakaian, persuratan, protokol, hingga keterampilan seperti public speaking dan negosiasi. Beberapa simulasi sidang internasional juga dipraktekkan.
Pada intinya, Diklat Sekdilu mempersiapkan para pesertanya untuk siap menghadapi dunia kerja, baik di Kemlu maupun ketika ditempatkan di Perwakilan RI di luar negeri.














