JAKARTA| DutaIndonesia.com – Polisi terus menyelidiki kasus meninggalnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lulusan UGM, Arya Daru Pangayunan (39). Arya meninggal dunia di dalam kamar kos kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, dalam kondisi mulutnya dilakban. Hal ini membuat kematiannya dinilai misterius sehingga perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Keluarga mengungkap bahwa korban seharusnya pergi ke Finlandia akhir bulan Juli 2025 ini untuk bertugas. Sebelumnya, Arya Daru antara lain sudah bertugas di Myanmar, Timor Leste, dan Argentina.
Kakak ipar Daru, Meta Bagus, mengatakan bahwa dia sudah lama mengenal Daru. Berawal dari orang tuanya dan orang tua Daru yang berteman sejak lama. Selain itu, disebutkan bahwa Daru mengenyam pendidikan di Yogyakarta.
“Daru SD di SDN Serayu (Yogya), SMPN 8 (Yogya), SMA Muhi (Muhammadiyah 1 Yogya) dan kuliah di UGM,” kata Bagus kepada wartawan di rumah duka, Jalan Munggur, Jomblang, Kapanewon Banguntapan, Bantul, DIY, dikutip dari detikJogja, Jumat (11/7/2025).
BACA JUGA KISAH LENGKAP ARYA DARU KLIK LINK BAWAH INI:
Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 1): Cita-cita dan Cinta
Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 2): Batu Loncatan
Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 3): Menjadi LS KBRI Yangon
Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 4): Seleksi CPNS Kemlu 2013
Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 5): Sekolah Dinas Luar Negeri Kemlu RI
Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 6): Direktorat Diplomasi Publik
Setelah lulus dari bangku kuliah, Daru diterima di Kemlu sebagai diplomat muda. “Seingat saya mulai bertugas di Kemlu tahun 2014-2015,” ujarnya.
Selama bertugas di Kemlu, Bagus menyebutkan Daru pernah mendapat penempatan tugas di beberapa negara. Bahkan sedianya akhir bulan ini Daru berangkat ke Eropa untuk bertugas.
“Sepemahaman saya, selama di Kemlu pernah di Myanmar, Timor Leste, Argentina dan akhir bulan ini supposedly (seharusnya) berangkat ke Finlandia,” ucapnya.
Bagus pun mengungkapkan Daru tidak pernah mengeluh selama bertugas di Kemlu. Bagus menyatakan adik iparnya itu menikmati pekerjaannya selama ini.
“Happy (senang), kadang saat penempatan telepon dan senang-senang semua, tidak ada gimana-gimana,” katanya. (det)












