Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 5): Sekolah Dinas Luar Negeri Kemlu RI

oleh
arya daru
Arya Daru Pangayunan, Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Buenos Aires.

​Pada intinya, isi Taskap saya menjelaskan argumen bahwa IISY dapat menjadi contoh bagi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang ada di negara lain, karena IISY tidak hanya menerima murid dari kalangan WNI, namun menjadi sebuah sekolah internasional yang menerima murid dari kalangan WNA. Dengan pembinaan yang tepat, para WNA tersebut dapat menjadi “aset” bagi Indonesia. Mereka diharapkan dapat menjadi “Indonesianis” yang cinta Indonesia dan akan membela kepentingan Indonesia jika kelak para murid tersebut menjadi orang yang berpengaruh di negara mereka masing-masing. Menurut saya, ini adalah sebuah bentuk diplomasi publik yang sangat efektif.

Taskap-pun kemudian diuji, layaknya pengujian skripsi. Saya diuji oleh 3 orang, yaitu Dubes Pembimbing, Direktur Sekdilu, dan 1 orang dari kalangan akademisi. Ujian Taskap berjalan lancar dan bisa dibilang tidak ada drama pada pengujian Taskap saya.

Hasil penilaian Taskap berpengaruh pada ranking di Sekdilu. Ya, Sekdilu ada rankingnya. Walaupun saya tidak mendapatkan ranking yang begitu tinggi, saya menghibur diri dengan berpikir bahwa tetap saja saya berada di peringkat 70 besar dari sekian ribu orang yang mendaftar sebagai CPNS di Kemlu. Banyak sekali rekan seangkatan di Sekdilu, khususnya para fresh graduates yang masih sangat ambisius untuk memperoleh nilai tinggi dan ingin terlihat menonjol selama Diklat.

​Seusai Diklat Sekdilu, para peserta Diklat diwajibkan mengikuti program magang sebanyak 2 kali. Magang pertama dilakukan di dalam negeri, yaitu di unit Eselon II Kementerian Luar Negeri, dan magang kedua di Perwakilan RI di luar negeri yang tempatnya ditentukan oleh Direktur Sekdilu.

​Di dalam negeri, saya berkesempatan untuk magang di Sekretariat Direktorat Jenderal (Setditjen) Protokol dan Konsuler (Protkons) dan di luar negeri saya mendapatkan kesempatan magang di KJRI Perth.

Setditjen Protkons

​Setditjen Protkons menjadi tempat magang pertama saya sebelum lanjut magang di KJRI Perth. Saya bersyukur ditempatkan di Setditjen Protkons yang telah membukakan mata saya, bahwa unsur administrasi merupakan hal yang sangat penting di sebuah Kementerian.

​Tugas Setditjen Protkons adalah memberikan dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, yaitu di Direktorat Protokol, Direktorat Konsuler, Direkorat FasilitasDiplomatik, dan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI).

No More Posts Available.

No more pages to load.