Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia (Bagian 6): Direktorat Diplomasi Publik

oleh
arya daru
Arya Daru Pangayunan, Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Buenos Aires.

Kesempatan Training

Sebagai pegawai di Kemlu, kami mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi pada berbagai kegiatan training, baik yang diadakan oleh lembaga dari dalam maupun dari luar negeri. Selama berada di Diplik, saya berkesempatan 2 kali mengikuti training. Di tahun 2016, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Diplomatic Training for Junior Diplomats from MIKTA Countries (Malaysia, Indonesia, Korea, Turki, dan Australia) selama 1 minggu di Ankara dan Istanbul yang diselenggarakan oleh Kemlu Turki.

Seperti materi substansi pada Sekdilu, saya memperoleh materi mengenai hubungan internasional, namun lebih banyak dari sudut pandang Pemerintah Turki. Selain kegiatan di kelas, tentu para peserta training juga diberi kesempatan melihat keindahan Turki, baik di Ankara maupun di Istanbul. Ini juga merupakan kesempatan bagi saya untuk memperluas networking, menjalin kontak dengan para diplomat dari negara-negara MIKTA. Kemudian di tahun 2017, saya berkesempatan mengikuti diplomatic training di Clingendael Academy, Den Haag, Belanda, yang dilakukan selama 6 minggu, pada bulan Februari hingga April 2017.

Sejatinya, training di Clingendael Academy diperuntukkan bagi mereka-mereka yang menempati ranking 20 besar ketika Diklat Sekdilu. Namun, karena Kemlu sudah 2 tahun tidak menerima pegawai baru, selama 2 tahun tersebut tidak ada Diklat Sekdilu, sehingga training di Clingendael Academy ditawarkan kepada para Diplomat Pertama melalui proses seleksi. Proses seleksi cukup sederhana, cukup dengan mengirimkan esai yang nantinya akan dinilai oleh Direktur Sekdilu. Saya menulis esai mengenai diplomasi Indonesia dan motivasi saya untuk mengikuti training di Clingendael Academy. Sebelum esai dikirimkan, saya meminta bantuan Mbak Ainan untuk mengoreksi dan memberi masukan terhadap esai saya.

Kenapa Mbak Ainan? Mbak Ainan adalah senior panutan saya yang merupakan top rank di angkatannya, Sekdilu 35, dan habis selesai sekolah S2 di Columbia University, New York. Dengan masukan dan koreksi dari Mbak Ainan, sayapun dengan percaya diri mengirimkan esai itu kepada Direktur Sekdilu. Tidak lama setelah deadline pengiriman esai, diumumkanlah nama-nama 20 orang diplomat yang akan berangkat training di Clingendael Academy yang terdiri dari 2 orang dari Sekdilu 37, 13 orang Sekdilu 38 termasuk saya, dan 5 orang dari Sekdilu 39.

Sebelum berangkat ke Belanda, para peserta training diberi pembekalan bahasa dan budaya Belanda melalui kursus intensif selama 2 minggu di Erasmus Taalcentrum, di kompleks Kedutaan Belanda di daerah Kuningan, Jakarta. Setibanya di Belanda, kami diberi fasilitas penjemputan yang mengantarkan kami ke Arensdorp, asrama tempat kami tinggal selama di Den Haag.

Jarak Arensdorp dengan Clingendael Academy sekitar 20 menit jalan kaki, atau hanya 5 menit dengan bus. Asramanya cukup nyaman. Masing-masing mendapatkan sebuah kamar studio lengkap dengan kamar mandi dan dapur. Selama training, kami diberi uang saku sebesar €200 setiap minggu dan kartu transportasi. Selama training, kami mempelajari isu-isu politik luar negeri, ASEAN, isu-isu kawasan, hukum internasional, diplomasi ekonomi, dan diplomasi publik. Selain yang sifatnya substansi, kami juga diberi pelatihan teknik negosiasi, menulis pidato, dan public speaking.

Disamping itu, kami juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat penting seperti Peace Palace, International Court of Justice (ICJ), dan Pelabuhan Rotterdam. Kami bahkan memperoleh kesempatan untuk tinggal selama beberapa hari di Brussel, Belgia dan mengunjungi Parlemen Eropa untuk belajar lebih dalam mengenai Uni Eropa. Tidak hanya giat belajar, selama di Belanda, setiap akhir pekan kami memanfaatkan kesempatan untuk berwisata. Saya kebetulan lebih tertarik untuk mengunjungi kota-kota kecil dan desa-desa di Belanda seperti Amersfoort, Leeuwarden, Giethoorn, dan Kinderdijk, sementara teman-teman yang lain banyak yang mengunjungi negara-negara lain seperti Inggris, Perancis, dan Italia. Dengan berbagai kesempatan training yang diberikian, Kemlu tidak menghalangi para pegawainya untuk mengembangkan diri. (Bersambung)

  • Arya Daru Pangayunan adalah Sekretaris Ketiga Fungsi Politik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili (2018-2020); dan Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Buenos Aires (2020-sekarang).
  • Naskah ini diambil dari dutanusa.com atas seizin penulisnya Arya Daru Pangayunan.

BACA KISAH ARYA DARU PANGAYUNAN LAIN DI BAWAH INI:

Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia Oleh: Arya Daru Pangayunan (Bag. 5)

Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia Oleh: Arya Daru Pangayunan (Bag. 4)

Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia Oleh: Arya Daru Pangayunan (Bag. 3)

Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia Oleh: Arya Daru Pangayunan (Bag. 2)

Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia Oleh: Arya Daru Pangayunan (Bag. 1)

No More Posts Available.

No more pages to load.