Selama magang di Setditjen Protkons, sayame mpelajari mengenai korespondensi diplomatik, pengelolaan keuangan, serta monitoring dan evaluasi laporan keuangan.
Magang di Setditjen Protkons memberikan bayangan kepada saya bagaimana kehidupan saya 3 tahun kedepan sebagai pegawai Kementerian Luar Negeri yang sebenarnya.
Para peserta magang – walaupun lebih banyak mengamati, bekerja layaknya pegawai yang lain, dilibatkan dalam rapat mingguan dengan Bapak Sesditjen, yang saat itu dijabat oleh Bapak Ade Sukendar, hingga diikutkan dalam perjalanan dinas ke Bogor untuk melakukan monitoring dan evaluasi laporan keuangan.
Pada saat magang ini saya mengenal lebih dalam dengan yang namanya disposisi. Selama kita bekerja sebagai PNS kita akan selalu berkutat dengan yang namanya lembar disposisi. Apakah disposisi itu? Lembar disposisi adalah lembaran berisi instruksi dari atasan. Isi instruksi bisa macam-macam, mulai dari sekedar “untukdiketahui” dan “file”, hingga “untuk diselesaikan” atau “siapkan jawaban”, dan terkadang atasan akan memberikan catatan mengenai apa yang harus kita lakukan secara spesifik.
Jadi, sebagian besar pekerjaan yang dilakukan sehari-hari sebagai diplomat adalah berdasarkan disposisi yang diberikan oleh atasan. Pejabat Eselon I dapat memberikan disposisi kepada pejabat Eselon II, dan pejabat Eselon II bisa menurunkannya ke Eselon III atau staf di bawahnya. Di Perwakilan RI di luar negeri juga tidak akan terlalu berbeda dimana para diplomat akan bekerja berdasarkan disposisi yang diturunkan dari Kepala Perwakilannya.
Selama magang di dalam negeri, kami masih diperbolehkan untuk menginap di Wisma Ahmad Soebardjo. Setiap hari kami menggunakan bus Kemlu untuk berangkat dari Senayan ke Pejambon.
Kalau boleh jujur, saya agak kurang fokus ketika magang di Setditjen Protkons karena pikiran saya sudah “melayang”, membayangkan tugas saya berikutnya, yaitu magang di KJRI Perth. Setiap waktu istirahat saya selalu browsing bagaimana kehidupan di kota Perth agar tidak terlalu “udik” setibanya di sana. Saya yakin rekan-rekan saya yang lain pun demikian.
Jauh-jauh hari sebelum berangkat ke Perth saya sudah komunikasi dengan senior-senior yang sedang penempatan di KJRI Perth, untuk mencari informasi dan mempersiapkan diri, serta menanyakan apakah ada titipan atau oleh-oleh yang dapat saya bawa dari Jakarta. (Bersambung)
KISAH LENGKAP SANG DIPLOMAT MUDA BISA DIBACA DI SINI:
Kisah Perjalanan Diplomat Muda Indonesia Bagian 1-4
*Arya Daru Pangayunan adalah Sekretaris Ketiga FungsiPolitik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili (2018-2020); dan Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Buenos Aires (2020-sekarang).
- Naskah ini diambil dari dutanusa.com seizin penulisnya, Arya Daru Pangayunan.











